Kamis, 07 Februari 2019

#part2NYC Salju pertama setelah badai

Dulu waktu aku masih kecil sering berpikiran bahwa salju itu seperti bunga es pada freezer. sering mengambil bunga es di dinding freezer, menyatukannya sehingga berbentuk seperti bola salju. ketika sudah lelah bermain bentuk, langsung kumasukkan saja bunga es itu kedalam mulut dan berhenti ketika mama sudah berteriak "MBAAKKK, HAYO MAINAN APAA"

sering juga sebelum aku mengenal sifat sifat benda, terutama sifat es, aku pernah berpesan kepada saudara sepupu nan jauh di jerman untuk membawakanku pulang sebongkah salju. ketika ditanya mau ditaruh dimana, dengan polosnya aku menjawab "ditaruh dibotol, biar awet" antara bodoh dan polos memang beda tipis. hehe

masuk ke Sekolah Dasar ketika sudah bisa membaca dan memhami arti gambar, aku selalu takjub melihat berbagai macam bentuk salju yang seperti kristal kecil. akupun sempat tidak percaya hingga mamaku mencekokiku dengan buku "keajaiban air" dari situ aku tau bahwa salju itu air dan bentuk mereka beragam. jika ingin minum air harus baca basmalah agar bentuk kristalnya indah, dan aku menyimpulkan bahwa jika ingin makan salju juga harus baca basmalah. oke.

Alhamdulillah, Allah memberikan petunjuk dan pembelajaran ketika umur sudah menginjak 19 tahun. ternyata, salju itu memang bentuknya kristal. hal ini aku ketahui dari butiran salju di jendela pesawat menuju New York kala itu. kurang lebih ini bentuknya


aku sudah berfikir bahwa nanti akan ada salju lainnya ketika hendak mendarat di NYC, alhamdulillaah, ternyata benar bahwa salju itu berwarna putih jika kalian melihatnya dari kejauhan. kurang lebih ini bentuknya

kesan pertama melihat salju dari atas pesawat? hmm semuanya putih, hingga aku tidak bisa membedakan satu rumah dengan rumah lainnya. jalanan juga tertutup salju sehingga susah untuk mendeskripsikan itu jalan atau lapangan? salju lainnya yang aku temui adalah ketika naik semacam skytrain dari bandara menuju kota. 

sungguh indah, bukan? 

sebagai anak asia yang baru pertama kali menghadapi musim salju, aku takut terkenal thermal shock sehingga nanti jangan jangan bisa sampai mimisan. aku masih takut akan adanya badai salju yang beritanya akan terjadi ketika aku sampai di NYC. qodarullah, alhamdulillah ternyata kami sampai di NYC H+1 setelah badai salju terbesar di musim ini. fyuh~ dan badai tersebut berefek pada jalanan yang tertutupi oleh salju semuuuuuannyyyaaaaa....


kesan terhadap salju? dia dingin, tapi indah untuk dinikmati. kayak kamu, eheeewwww.

semoga kita semua bisa diberi kesempatan oleh Allah untuk melihat salju dan menyadari bahwa Allah itu memang Maha. 

Selasa, 05 Februari 2019

Perbedaan Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) , Invention and Exhibition, dan Research Grant.

-Halo, aku Elinna Primadiani dan biar lebih akrab panggil aja Elin. disini aku bakal share ke kalian apasih perbedaan antara LKTI, Invention and Exhibition dan Research Grant. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadi sejak duduk di bangku perkuliahan semester 2 hingga semester 6. Aku memang belum expert beginian, tapi disini juga nanti aku bakal bahas mana sih yang harus diprioritaskan selagi kalian menjadi mahasiswa. semoga bermanfaat!

1. LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah)
ini adalah salah satu ajang yang paling aku suka dari kelas 2 aliyah (SMA) walaupun pas jaman SMA aku BELUM PERNAH MENANG SAMA SEKALI. Tapi aku percaya setiap orang memiliki time frame nya masing-masing. OKE! jadi, yang mengadakan LKTI itu banyak banget, disini LKTI aku bagi menjadi dua (berdasarkan pengalaman) tingkat regional, nasional, dan internasional. bedanya dimana?

Regional :  Regional itu maksudnya lomba Se-Kota Malang, Se-Malang Raya, Se-Jawa Bali. biasanya yang ngadain itu bisa dari LKM (Lembaga Kreativitas Mahasiswa), fakultas sebuah universitas bahkan universitasnya sendiri (jarang banget kalau ini), bisa juga yang mengadakan itu dari lembaga seperti Koran Kota, atau Pemerintah Daerah. Nah, setiap lomba memiliki persyaratan dan urutan seleksi yang berbeda. biasanya nih, BIASANYA itu alurnya gini..

Daftar - Kirim Abstrak - lolos abstrak - bayar (buat lolosnya, kadang ada, kadang enggak) - kirim full paper - presentasi di tempat perlombaan - pengumuman.

inget ya! setiap lomba beda!

nah, enaknya lomba LKTI di regional itu :
a. Nggak perlu ngeluarin banyak duit buat biaya transportasi
b. biasanya dapet duit walaupun gak sebanyak nasional
c. sedikit saingannya (kecuali ada beberapa lomba di Malang Raya yang saingannya minimal pendanaan PIMNAS, iya!)

gak enaknya apa? sebelumnya ini pendapat pribadi sih, jadi maaf ya kalau ada yang tersinggung.
a. Gabisa jalan jalan ke tempat baru dong
b. duit bantuan dari fakultas dikit (banget)
c. tingkat kebanggaannya kurang
d. biasanya menganggap sepele pas final
e. hadiahnya gak sebanyak nasional
f. NILAI UNTUK PRESTASI DI FORM MAWAPRES DIKITTTT (ini info bagi kalian yang mau maju jadi Mawapres [mahasiswa berprestasi] doain gw doongg)

Nasional : nah kalau ini yang paling sering muncul di setiap poster di mading atau OA lomba di instagram atau facebook hehe. tingkat nasional, seluruh Indonesia tercintaa. Biasanya yang menyelenggarakan lomba ini dari LKM sebuah fakultas di Universitas, Fakultas itu sendiri, atau bahkan sebuah instansi. Ini adalah lomba dengan ke gregetan yang bikin nagih. kenapa? soalnya kesempatan kalian buat lolos abstrak aja kadang kadang 50-50. alurnya gimana sih? hampir sama kayak regional.. cuman kalau nasional biasanya ada biaya tambahan waktu kalian bakal masuk final (yang gak dicantumin di buku panduan di awal wkwk gw jg pernah jadi panitia keleus)

tapi banyak enaknya lohh seperti
a. Menjelajahi kota yang belum pernah kita kunjungi
b. biasanya ada field trip
c. biasanya dapet LO (kenalan bertambahhh)
d. ajang mendapatkan link/kenalan dari universitas yang jauh jauh dari kampus kita
e. vibes kompetisinya kentel bangett,
f. elin niat syekali ikut kompetisi iniii
g. belajar untuk mematangkan ide yang disampaikan hingga prototype
h. mengetahui sifat asli anggota tim kalian
i. hadiahnya ada fresh moneynya lohh (balik modal cukup)

tapi ada juga sisi gaenaknyaa
a. dispen kuliah lama, ketinggalan kuliah gituu
b. harus ngeluarin uang lebih banyak
c. orientasi juga untuk menang karena biar bisa muter uang (akan aku jelaskan di post selanjutnya)
d. capek (halah)

berikut adalah foto aku dan tim saat lomba KTI Nasional di UI 2017

dapet kenalan dongg..

Alhamdulillaah, makasih rekk

TIPS :
kalau LKTI regional dan nasional, hal pertama yang harus kalian cek adalah kesesuaian ide kalian dengan tema lomba. selain itu, HARUS BAGUS DI PRESENTASI kalau kalian sudah masuk babak final. Karyanya harus gimana? selain idenya terbarukan dan goalsnya jelas, semuanya adalah terletak di abstrak kalian dan latar belakang. bagusin itunya dulu, baru ngerjain bab 2 dst hehe. inget yaa, GOALS DAN KEBERMANFAATAN JELAS.

FAQ: kapan harus ikut event ini? MULAI AJA SEJAK MABA! JANGAN TAKUT!

INTERNASIONAL : nahh, ini agak berbeda. soalnya kalau tingkat internasional ituu banyak sedikit bedanya. mulai dari apa yang diminta dari penyelenggara. biasanya bisa berupa pitch atau paper (gak lebih dari 15 halaman, itu udah sama hasil). pitch itu maksudnya kita sudah disediakan draft terus kita disuruh ngisi itu secara online, atau biasanya disuruh nambahin video gitu.. jadi kita sekalian presentasi singkat tentang ide kita. nahh kalau yang disuruh pake paper, itu biasanya spasinya gede, halaman dikit dan NGGAK ADA KETENTUAN KUDU ISINYA APA AJA. agak bingung sih ya sebenernya.. tapi tingkat pengetahuan kalian bakal diuji disitu.

enaknya lomba tingkat inter nihh
a. otomatis, kalau diluar negeri finalnya bisa jalan jalan dongg
b. kalian bakal lancar ngomong bahasa inggris karena terpaksa kudu bisa ngomong, gak cuman buat presentasi aja dong
c. kekompakan tim benar benar dibentuk disini
d. prize nya gede pakek bangett
e. dapet kenalan bule of coursee
f. gak ribet buat papernya tapiiii ya harus jelas dan runtun
g. reward gede banget dr fakultas dan universitas
h. POIN BUAT MAWAPRES GEDE DOONNGG

nggak enaknya apa ya?
a. stok sabar lebih (EH, bukan kelemahan kan ini? wkwk)
b. nutupin duit bantuan yang belum cair dulu
c. berusaha keras untuk dapet sponsor kalau gak ke cover dari univ

Alhamdulillah pernah juga merasakan menang lomba ini,,



TIPS : Kalau bisa, kalian kalau ikut lomba tingkat ini sudah harus ada produk jadi, setidaknya prototype yang bisa dipertanggung jawabkan. orang luar biasanya lebih suka hal yang SIMPLE TAPI IMPACTnya GEDE. ide yang mudah dibikin tapi unik dan gak dipikirkan banyak orang. cari lomba inter di indo biar bisa lebih hemat.

FAQ : Kapan bisa ikut lomba ini? ketika kalian sudah sanggup mempertanggungjawabkan produk atau ide kalian. 

okee itu informasi seputar LKTI, lanjuutttt


2. Invention and Exhibition

maaf sebelumnya yaa teman teman, aku menjelaskan ini berdasarkan fakta dan pengalaman pribadi.
jadiii kalau nama "lomba"mu ada ini, kemungkinan besarnya adalah SEMUA DAPET MEDALI, which is itu bisa kalian AJUKAN SEBAGAI REWARD, nambah point lomba internasional di CV kalian, ataupun buat foto ngisi feeds instagram. jadii dalam acara ini meskipun semua dapet medali yang dibagi menjadi emas, perak, perunggu, mereka juga akan mengejar award tertinggi yaitu biasanya THE BEST OVER ALL, GRAND PRIZE. jujur dalam hati terdalaaammmm aku NGERASA BUKAN LOMBA. bentarr, NGERASA lohyaa.. ini pertimbangannya, hasil akhir kalian tentukan sendiri

plusnyaa
a. kalian dapet medali semua (kecuali special grand prize itu yang rare dan butuh perjuangan ekstra buat dapetinnya)
b. jalan jalan keluar negeri dongg (banyak bgt event ini diluar)
c. nilainya sudah WAH di CV kalian
d. prosesnya mudah banget buat kalian ikutan. soalnya tinggal bikin abstrak doang dan form, kalian bisa dipastikan bisa berangkat
e. kalian bisa keliling2 pameran (exhibition) biar membuka pikiran dan mencari ide

minusnya
a. MAHAL BANGET. PERCAYALAH
b. nggak ada hadiah duit
c. biasanya nggak nge cover penginapan dsb
d. saingannya banyak banget
e. harus nunggu pameran lamaaa sampe 3-5 hari
f. sistem penjuriannya biasanya langsung di booth. 

sejujurnya aku kurang merekomendasikan acara ini karenaaa yaa gregetnya beda banget dibanding LKTI. tapiii softskill kalian diasah disini karena kalian bisa pergi keluar negeri tanpa orang tua. 
Alhamdulillah, pertama kali ikut invention seneng banget dong dapet gold, ehh ternyata buanyak yg dapet gold juga :(


ikut lagi invention, 

jadi sistem penjuriannya ditempat stand itu rek,dan tempatnya sempit hiks. hasilnya gimana yang invetion difoto kedua? besok baru pengumuman hehe. tapi setidaknya, kalian harus wajib nyoba setidaknya satu kali untuk ikut invention dan exhibition ini...

3. Research Grant
nahhh ini nih lomba paling menguntungkan, khususnya kalian yang semester tuaa seperti sayaa hhohoohooo. jadi ini adalah perlombaan yang biasanya diadakan oleh instansi, perusahaan, NGO. dapetnya apa? biaya penelitian yang dikasi mereka ke kitaa. sekalian buat skripsi apa boleh? bolehhh.. ini fresh money nya yang dikasi bener bener nggak nanggung, bisa aja sampai 100 juta. UANG UMMAT WOIII BUKAN HURA HURAA
tahapannya gimana? biasanya ginii

abstrak - proposal penelitian - presentasi - menang - dapet duit - penelitian - monitoring - pertanggungjawaban

ada jugaa yang habis kalian presentasi, dapet duit, presentasi lagi, baru kalian dinobatkan sebagai pemenang (penelitian minyak kelapa) 

TIPS : bikin penelitian yang impactnya gede banget dan masuk akal untuk direalisasikan. perhitungkan juga perusahaan yang kasih kamu uang bisa dapet apa aja dari penelitianmu ituu..
 alhamdulillaahh



nahh itu tadi adalah gambaran dari kompetisi yang setidaknya harus kamu coba selama jadi mahasiswa. semoga membantu, dan maaf kalau ada pihak yang tersinggung, hehe. kalau ada pertanyaan dan sharing bisa hubungi aku di ig @elinnaprimda

thank you and keep shinning 




Jumat, 01 Februari 2019

Perjalanan menuju Bangkok. Drama Kereta #2


6 jam sebelum keberangkatan kereta api
Pada pukul 6 pagi, paperku belum selesai daann dosen pembimbing menginginkan untuk dikumpulkan pagi, setelah bernego riaa akhirnya diundurlah jam pengumpulan menjadi pukul 11 siang. Siap! Hal ini menjadikan aku harus mereschedule kereta ku, karena aku juga belum packing hehe (emang ya, jangan ditiru). Pukul 06.15 aku bergegas menuju stasiun kereta malang kota baru untuk membeli tiket dari loket go show. Yaa alhamdulillah aku harus membeli tiket kereta eksekutif dengan harga 600 ribu. Sama dengan pesawat SUB-CGK bukan? Wkwk, sebenarnya mau aku refund untuk tiket keberangkatan ini, namun tidak jadi karena lama menunggu temanku mengirimkan kode booking (maaf ya, its okaiii)

Malang akhir akhir ini hujan, namun 2 hari belakangan Malang belum terkena hujan sama sekali. Namun, hari ini berbeda. Pagi setelah kembalinya aku dari stasiun dan sampai di kampus, sekitar pukul 9 pagi hujan mengguyur Malang dengan derasnya. Paper sudah aku selesaikan pukul 10 pagi dan aku menerobos hujan untuk mencetak beberapa berkas lainnya yang harus aku kumpulkan untuk mahasiswa berprestasi.

45 menit sebelum keberangkatan kereta api.
Kereta jayabaya yang teman temanku naiki akan berangkat pada pukul 11.45 pagi, setelah aku mengkumpulkan berkas pada pukul 11 tepat, aku mengecek group line kami dan ternyata tinggal lidia yang belum dating. “sudah OTW” katanya. Akupun lega dan langsung pergi untuk menukarkan uang dari rupiah ke baht. Pukul 11.30 aku mengecek hape lagi ternyata lidia yang tadi bilang OTW ternyata mengalami permasalahan dengan drivernya. Tepat 11.25 sang driver me-cancel pemesanan. Okee kita mulai panik karena kondisi di Malang hujan. Biasanya, karena hujan, aplikasi taxi online pun mengalami high fare yang mengakibatkan susah mendapatkan driver. Hiks
11.42 aku mengecek hape lagi, banyak chat antara elvia, avi yang menyebutkan lidia untuk segera dating.

“ayoo lid!!”
“lid! Gerbong udah ditutup nih, kamu dimana?”
“liddddd ayooo 11.43 udah di prit2 iniii..”
Tidak ada respon dari lidia
“lidd aku taruh boarding pass mu di peron masuk, nanti ambilen kalau telat”
“lidd sampai mana? Kereta udah mulai gerak”
“lidddd, langsung nyusul di stasiun berikutnya yaa, stasiun lawang maaf, semangat lid”

11.46
Lidia : “rekkk aku baru sampai stasiunn” 😭

Ketika kereta berangkat pukul 11.45
Siap.

11.47
Aku memutuskan untuk menyusul lidia ke stasiun untuk menenangkan dia sejenak dan berjaga jaga apabila dia tidak memiliki uang untuk membeli tiket. Alhamdulillah dia masih ada beberapa uang sehingga dia membeli tiket yang satu keberangkatan denganku. Akupun kembali ke kosan untuk menyelesaikan packing dan mengurusi surat dispen. Iya, dispen belum keurus. Hehe. Luar biasa, bukan?

13.45
Aku berangkat ke stasiun malang kota baru dengan membawa satu koper dan satu tas ransel. Cukup simple menurutku. Alhamdulillah kali ini kami tidak ketinggalan kereta. Lidia yang masih sedikit shock sudah duduk tenang di dalam kereta dan akupun menghabiskan sarapanku pada pukul 14.15 sekarang, kereta bima dari Malang menuju Jakarta pun melaju.

Bangkok, jika kalian ingin pergi ke Bangkok


Maka saya berharap kalian tidak bernasib sama dengan saya, lebih tepatnya semoga kalian bernasib lebih baik dibanding dengan saya dan tim saya.

Kami adalah sekelompok mahasiswa dari Universitas Brawijaya yang punya mimpi untuk bisa keluar negeri. Tim kami terdiri dari 4 mahasiswi dari fakultas teknologi pertanian dan 1 dari fakultas kedokteran. Ya, kami satu tim berisikan perempuan semua. Apakah enak? Tentu saja, dan hal ini saya katakan tanpa ada rasa sarkasme. Sebenarnya, diantara kami berlima, sudah ada satu anak yang pernah ke Thailand sebelumnya, lebih tepatnya satu bulan sebelum keberangkatan kami. Disitu rasanya kami sudah merasa aman dong, dimana kami bias mengandalkan dia untuk personal tour guide. Hehe, saying disayang, ternyata dia ke Thailand tujuannya ikut liburan dan itu dengan bantuan travel agency. Otomatis, dia taktahu menahu banyak mengenai Bangkok. Oke next.
Perjalanan kami dimulai dari pembelian tiket dari Malang-Jakarta untuk tanggal 30 Januari 2019. Kenapa? Karena pada saat itu tiket pesawat Jakarta-bangkok untuk tanggal 31  Januari 2019 sedang diskon dengan penerbangan air asia PP hanya sebesar 1.8jt saja. Luar biasa bukan? Bagi kalian yang ingin tiket pesawat promo nih bsa kepoin promo tiket di tokopedia atau bisa ikutin agen travelling di Instagram.  Akhirnya, dengan menggunakan prinsip “CARI YANG PALING MURAH” alhasil kita mendapatkan tiket kereta dengan harga 260 ribu yaitu kereta jayabaya dan pulangnya 230 ribu yaitu kereta terusan. Kereta terusan adalah kereta dimana kita diharuskan transit terlebih dahulu di beberapa stasiun. Pada kasus ini, kami akan berhenti di stasiun tegal dan akan lanjut ke Kota Malang. pokoknya, dapet yang paling murah.

Permasalahan hotel kita juga mencari yang paling murah, dimana akhirnya kita mendapatkan hostel di daerah Sukhumvit, bangchak, Bangkok. Tebak berapa harga per orang yang kami dapatkan untuk penginapan 8 hari 7 malam? 540 ribu per orang!! Gila bukan?? Pokoknyaaa “CARI YANG PALING MURAH” tiket kereta sudah dipesan, hotel siap kita datangi.. menjelang hari H pun tiba..

48 jam sebelum keberangkatan.
Pada hari ini Senin, 28 Januari 2019 kami masih sibuk mengurusi perkuliahan, wawancara open recruitment untuk elvia dan lidia karena mereka Badan Pengurus Harian di salah satu Lembaga Kemahasiswaan di fakultas kami. Malamnya kita satu tim berkumpul untuk mengumpulkan informasi seputar apa yang telah kita lakukan dan akan kita lakukan. Akan tetapi, salah satu anggota kami yaitu avi sedang demam dan lidia sedang terkena radang dan sakit mata. Dooping berupa obat imboost pun dikerahkan untuk kita semua. “Jaga Kesehatan ya rek” kata Nabila, satu satunya anggota kami yang berasal dari Fakultas Kedokteran. InsyaAllah tahun depan sudah S.ked ya!

24 jam sebelum keberangkatan

Pada hari ini, Selasa 29 Januari 2019 kami baru saja menyiapkan bahan dan akan membuat prototype berupa mie. Mie yang akan kami bawa ke Bangkok merupakan mie dengan bahan dasar tepung sorghum yang ditambahi dengan glukomanan. Hal ini dikarenakan untuk membentuk tekstur mie yang lebih kenyal dan tidak mudah patah. Kami mengerjakannya pun baru pada malam hari sebelum keberangkatan tiba. Pada saat ini, lidia sudah bedrest dan hanya obat dan doa kami haturkan kepada saudari kita satu ini. Ohya! Pada saat ini saya juga terkena panas dan mual, sehingga kasurpun memanggil dengan diiringi laptop untuk mengerjakan full paper revisi guna keperluan mahasiswa berprestasi (wageslaahh, doakan ya!) pada hari inipun elin belum sempat packing. Oke!

Rabu, 30 Januari 2019

Hidup di Desa Orang (sebuah catatan pasca KKN) #part1

6 Januari 2019.

sebagai pengawal tahun baru yang baik, tahun ini akan terasa banyak berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. saya terbiasa menantang diri saya di awal tahun sejak 2 tahun yang lalu. menantang disini bukan dalam artian melakukan aktivitas hingga menjual nyawa, tidak. hanya saja melakukan segala kegiatan yang dapat memberimu pengalaman baru, segala aktvitas yang mmembuatmu keluar dari zona nyaman. hal kecil tapi konsisten. karena saya memang sedang krisis konsistensi dari tahun ke tahun. seperti diawal tahun 2016, saya menantang diri saya untuk mengerjakan soal setiap harinya minimal 10 soal dengan mata pelajaran apapun. karena waktu itu saya memang mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi. pada awal tahun 2017, tingkat percaya diri saya terhadap tulisan saya menurun drastis, hingga saya memutuskan untuk mengikuti challange #30haribercerita di instagram, dimana saya harus memposting minimal satu foto beserta caption setiap harinya. tidak ada hadiah, tidak ada apresiasi pihak kedua, hanya saja.. ingin melihat seberapa konsisten saya terhadap postingan saya. oke, ini sudah terlalu paaaannnjjjaaaannnggg untuk sebuah intro.

diawal tahun 2018 ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata) Mahasiswa Berprestasi dari fakultas saya. terdengar hebat, bukan? "mahasiswa berprestasi" hah, itu hanyalah nama, toh pelaksanaannya hanya 2 minggu, daan memang menjadi sebuah tanggung jawab yang berat di masyarakat ketika kita membaca "mahasiswa berprestasi"

kegiatan KKN ini dilaksanakan di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. tidak jauh dari Universitas Brawijaya, hanya sekitar 2 jam tempuh perjalanan. Desa ini bukanlah desa yang jauh, terpelosok, tidak ada lampu, tidak.. perkembangan masyarakat mereka sudah tergolong maju. semua rumah sudah memiliki lantai yang berkeramik, ada beberapa diantaranya memiliki mobil, dekat dengan sarana umum seperti pasar, bank, dan ada toko retail yang namanya mengandung nama negara kita. hehe. 

yang kami ketahui mengenai desa ini hingga tanggal ini (6 Januari 2019) adalah mata pencaharian mereka adalah sebagai penderas nira serta pembuat gula merah. dimana biasanya, sang suami memancat pohon kelapa dengan tinggi kurang lebih 30 meter dan sang istri dengan setia menunggu dibawah untuk mendapatkan perolehan nira yang akan diolah menjadi gula kelapa. permasalahan utama yang akan kami angkat dalam KKN ini berupa pengawet untuk gula kelapa. ohiya, gula kelapa dan gula merah itu sama saja ya, kawan. program besar kami adalah untuk memperkenalkan dan mengajarkan cara penggunaan pengawet alami. hal ini dirasa penting karena pengawet buatan untuk gula kelapa bernama natrium meta bisulfit merupakan pengawet yang sangat berbahaya bagi tubuh terutama bagi pernafasan dan pencernaan. hanya sajaaa ternyata permasalahan itu tidak hanya sampai disitu saja, ternyata kami menghadapi rantai pemasok yang cukup rumit untuk pengawet berbahaya ini. 

sudah dulu, karena saya mengetik ini sedang berada di kereta Malang-Jakarta. see you next

Senin, 15 Oktober 2018

Mimpi dari Buku Mimpi (part1)

Malang, 20 Juni 2015

Pikiranku seakan kacau. Migrain yang aku miliki tak ada ampun untuk mencicipi sudut kanan kepala. Meminta untuk mencengkram lebih kuat, lebih dalam. Sensasi ini sudah sering aku rasakan. Terlebih setelah menghadapi soal matematika. Migrain seakan memiliki panggung dan jadwal rutin di kepalaku. Dia datang bukan karena matematika adalah pelajaran yang paling aku tidak kuasai. tidak. aku paling takut akan kimia. Tapi ketakutanku tidak sampai mencengkram satu sisi kepalaku. Santai aku dibuatnya. tidak bisa? tidak suka? ya tinggalkan saja.

Aku merogoh roll aromaterapi di saku depan tas dan langsung mengusapkannya di dalah satu sisi kepala. aroma citrus yang dibuatnya seakan menenangkan kondisi psikis yang telah tebas habis melawan soal matematika. Algoritma? Integral? ah pelajaran cacing cacing itu. sudah, jangan dibahas. semakin mencengkram rasanya. tak kusadari roll aromaterapi sudah menggerayangi seluruh sisi kepala, leher, hingga ujung atas hidung. Salah satu kelebihan hidung pesek adalah memudahkan menggerakkan roll aromaterapi, loh. Hingga tak aku sadari seluruh wajah dan leher terasa panas tapi dingin. wow, sungguh menyakitkan tapi menyenangkan.

Setelah beberapa puluh menit badanku tergeletak di kasur asrama- dengan memakai seragam yang akhirnya kusut- aku merasa migrain sudah kehilangan cengkramannya di sisi kanan kepala. eh? apa kiri? entahlah, yang penting aku sudah sehat kembali. Aku melihat sudah pukul 15.00 dengan kondisi kamar sangat sepi. "sholat jamaah ashar nih" batinku. Karena hari ini aku mendapatkan "tamu"ku, dan ketika semua sedang di masjid, bisa menjadikan waktu yang tepat untuk kabur. IYA. KABUR.

kusegerakan merapikan jilbab di depan cermin dan langsung kuambil tas ranselku. semakin tua aku merasa ganti tas bukan lagi prioritas utama. tidak seperti waktu SD yang harus setiap tahun ganti. entah ganti warna. atau gambar. tas ranselku yang sekarang berukuran besar dan warnanya hitam kelam. hanya sedikit aksen merah darah di resletingnya. setidaknya masih wajar dipakai untuk perempuan.

aku memulai misi operasi kaburku. cukup gampang untuk kabur jika keberuntungan ada di pihakmu. kau hanya perlu melewati dua gerbang dengan satu petugas asrama dan satu petugas satpam disetiap gerbangnya. aku mulai berjalan santai melihat kondisi gerbang. tidak ada tanda-tanda satpam maupun petugas asrama. aman. satu gerbang terdalam telah terbuka namun gerbang terluar masih tertutup tanpa penjaga. aku mulai mendekat ke gerbang luar dan melihat sekekeliling yang begitu sepi. di samping gerbang terluar ini ada pos satpam yang sama sepinya. hanya tv yang menyala tanpa volume. aku memberanikan diri untuk membuka ganggang gerbang terluar. dengan perlahan dan pasti aku membuka dengan diiringi suara nyaring besi yang bergesekan. seperti sudah dibiarkan tidak diberi pelumas, demi memudahkan mengintai siapa saja yang berani masuk dan keluar. krek! oke! aku hanya perlu keluar dari lubang kecil gerbang dan menutup kembali gerbang. sebelum berbalik badan, aku melihat para ustadzah keluar dari masjid dan menuju gerbang. oke! kunci kabur adalah tetap tenang, dan menghilangkan rasa berdosa. walaupun itu dosa. aku membalikkan badan dengan santai dan langsung berbelok ke arah jalan raya. satu langkah, sepuluh langkah, aku berbalik. tidak ada yang mengikuti. misi berhasil !

tempat kabur favoritku adalah sebuah mall yang terletak dua blok dari sekolah berasrama. Mall tersebut cukup besar, namun tidak dengan barang bermerk seperti yang orang tuaku pilih. hanya supermarket dan beberapa kios yang tersebar 3 lantai. tidak ada bioskop, namun ada tempat bermain yang bisa menghabiskan uangmu dalam sekejap. tapi bukan itu tujuanku saat ini. aku mengincar toko buku!

pada saat sulit seperti ini, buku bacaan seperti novel akan menenangkanku sejenak dari ratusan soal yang menghadang untuk kenaikan kelas dan ujian asrama. berbicara tentang buku yang bisa dibaca, genre buku yang aku beli tidak jelas. kadang aku membeli karena warna dari cover, judul yang unik seperti "kambing jantan" ya siapa juga yang perlu tau itu kambing jantan atau betina? tapi kau akan penasaran, bukan? atau karena harganya yang murah dan berakhir dengan isi buku yang penuh dengan konten adegan dewasa yang eksotis.

hmmm banyak hmmm terjadi. jariku menari dan manari, melompat antar satu buku ke buku lainnya, bermanauver ria antar rak buku dan mendarat diantara buku diskon, tidak ingin terjebak dengan buku dewasa, akhirnya melompat kembali di deretan novel remaja. sekarang gerakan jariku kian melambat, menapak satu persatu buku, mencapitnya perlahan, dan mengembalikannya. hingga pada akhirnya, menemukan satu buku dengan cover berwarna hitam gelap, dengan bulan ditengahnya. Ada kata "Amerika" sebuah Negara adidaya yang mendengarkannya saja sudah langsung kagum. oke! dan akhirnya tarian jariku berakhir di dompet dengan lembaran uang disela-sela jemari. cekring!

apa aku membacanya malam ini?
kita lihat saja nanti.

Minggu, 09 September 2018

#part1NYC Allah kasih kami kesasar berbuah luar biasa

my first snow flakes. 3 hours to NYC

Allah kasih kita nyasar ke One World Trade Center 


"Jangan takut bermimpi, kalau perlu mimpiin aja sesuatu hal yang nggak mungkin. Pasti Allah kasih, setidaknyaa, mendekati ketidak mungkinan"

Aku lahir di keluarga yang tidak terlalu menuntut akan suatu pencapaian. Tetapi, selalu tidak puas apabila mendapatkan tempat kedua, atau ketiga, dan akan terlalu bersyukur hingga sedikit pamer jika mendapat pencapaian di tempat pertama. Rumit, bukan? Namaku Elin, ini ceritaku tentang Amerika, negara kedua yang pernah aku kunjungi selain Indonesia.

Malang, July 30th 2014
Hari ini kesekian kalinya aku pergi ke Matos sendirian. Ah, satpam-satpam itu memang mudah dikelabui. Pakaikan saja aku jaket dengan seragam madrasah berbatik hijau ini, masker terpasang, dan aku sudah sampai di matos. Matos adalah tempat singgah, ketemuan gebetan secara diam-diam, maupun hanya melepas penat karena remidi yang tak kunjung kelar. Aku punya kebiasaan aneh jika sudah masuk fase remidi yang bernilai remidi lagi, berjalan kaki dengan fikiran yang yahh bisa dibilang kosong. untung saja sampai saat ini belum ada yang menepuk pundak dan meminta sejumlah uang. Aku mulai berjalan menyusuri beberapa rak buku di gramedia dan menemukan beberapa deretan buku berlebel best seller. Mataku langsung tertuju pada novel dengan kata Amerika.
"ah, Amerika? pasti seru"
sekilas mengambil dan menaruh kembali ke rak. Setelah berjalan menuju rak buku lain, membeli ai ci ro, mcflurry topping oreo, aku kembali ke asrama. Benar adanya, aku kaget setelah melihat isi tasku yang ternyata aku membeli buku dengan kata "Amerika"
"lah?"
aku baru sadar, ah kebiasaan.
mana boleh buat, sudah terlanjur beli, sayang kalau nggak dibaca. Malam ini juga aku menghabiskan sekitar 350an halaman. Long short story, aku sangat kagum dengan pembawaan kata mbak Hanum dalam mendeskripsikan bagaimana itu Amerika, bagaimana kejadian 11 November dan efeknya terhadap kaum muslim di Amerika. Aku membuka halaman lampiran dimana terdapat foto-foto daerah New York, Museum peringatan 11 November, Sudut kota New York, dan beberapa scene yang diceritakan dalam novel.
"ohh, masyaAllah, gini ya Amerika?" kataku sambil melihat foto hitam-putih.
aku membuka halaman paling belakang, tanpa banyak pikir aku mengambil pulpen berwarna biru dan dengan membaca basmallah aku menulis..
"ya Allah, Elin pingin ke Amerika.. Elin pingin tau gimana sih orang muslim disana, izinkan Elin buat pergi kesana yaa.. lihat gedung peringatan 11 November World Trade Center pasti seru.. aamiinn"
kemudian aku simpan buku itu ditengah-tengah buku mata pelajaran lainnya.

New York, March 13th 2018.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, samudera, langit dan air







Alhamdulillah, Qodarullah, Elin bisa kesampaian juga ke daerah "mantan" World Trade Center. FYI ini ada 101 lantai, dimana kalian hanya bisa berada di lantai entrance terus langsung deh ke lantai 100, dan kalian hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit untuk ke lantai 100. Gila ga sih? ohiya, ini sebenernya bukan WTC asli, hanya saja bangunan ini adalah museum peringatan 11 November dan diberi nama One World Observatory Center. 
Cerita lucu kenapa aku bisa sampai ke tempat ini adalah.. aku nyasar rek. serius, nyasar.
Tetiba aja kita yang awalnya mau ke Brooklyn Bridge jadinya kesini, Allah memang superrrr.