Jumat, 01 Februari 2019

Perjalanan menuju Bangkok. Drama Kereta #2


6 jam sebelum keberangkatan kereta api
Pada pukul 6 pagi, paperku belum selesai daann dosen pembimbing menginginkan untuk dikumpulkan pagi, setelah bernego riaa akhirnya diundurlah jam pengumpulan menjadi pukul 11 siang. Siap! Hal ini menjadikan aku harus mereschedule kereta ku, karena aku juga belum packing hehe (emang ya, jangan ditiru). Pukul 06.15 aku bergegas menuju stasiun kereta malang kota baru untuk membeli tiket dari loket go show. Yaa alhamdulillah aku harus membeli tiket kereta eksekutif dengan harga 600 ribu. Sama dengan pesawat SUB-CGK bukan? Wkwk, sebenarnya mau aku refund untuk tiket keberangkatan ini, namun tidak jadi karena lama menunggu temanku mengirimkan kode booking (maaf ya, its okaiii)

Malang akhir akhir ini hujan, namun 2 hari belakangan Malang belum terkena hujan sama sekali. Namun, hari ini berbeda. Pagi setelah kembalinya aku dari stasiun dan sampai di kampus, sekitar pukul 9 pagi hujan mengguyur Malang dengan derasnya. Paper sudah aku selesaikan pukul 10 pagi dan aku menerobos hujan untuk mencetak beberapa berkas lainnya yang harus aku kumpulkan untuk mahasiswa berprestasi.

45 menit sebelum keberangkatan kereta api.
Kereta jayabaya yang teman temanku naiki akan berangkat pada pukul 11.45 pagi, setelah aku mengkumpulkan berkas pada pukul 11 tepat, aku mengecek group line kami dan ternyata tinggal lidia yang belum dating. “sudah OTW” katanya. Akupun lega dan langsung pergi untuk menukarkan uang dari rupiah ke baht. Pukul 11.30 aku mengecek hape lagi ternyata lidia yang tadi bilang OTW ternyata mengalami permasalahan dengan drivernya. Tepat 11.25 sang driver me-cancel pemesanan. Okee kita mulai panik karena kondisi di Malang hujan. Biasanya, karena hujan, aplikasi taxi online pun mengalami high fare yang mengakibatkan susah mendapatkan driver. Hiks
11.42 aku mengecek hape lagi, banyak chat antara elvia, avi yang menyebutkan lidia untuk segera dating.

“ayoo lid!!”
“lid! Gerbong udah ditutup nih, kamu dimana?”
“liddddd ayooo 11.43 udah di prit2 iniii..”
Tidak ada respon dari lidia
“lidd aku taruh boarding pass mu di peron masuk, nanti ambilen kalau telat”
“lidd sampai mana? Kereta udah mulai gerak”
“lidddd, langsung nyusul di stasiun berikutnya yaa, stasiun lawang maaf, semangat lid”

11.46
Lidia : “rekkk aku baru sampai stasiunn” 😭

Ketika kereta berangkat pukul 11.45
Siap.

11.47
Aku memutuskan untuk menyusul lidia ke stasiun untuk menenangkan dia sejenak dan berjaga jaga apabila dia tidak memiliki uang untuk membeli tiket. Alhamdulillah dia masih ada beberapa uang sehingga dia membeli tiket yang satu keberangkatan denganku. Akupun kembali ke kosan untuk menyelesaikan packing dan mengurusi surat dispen. Iya, dispen belum keurus. Hehe. Luar biasa, bukan?

13.45
Aku berangkat ke stasiun malang kota baru dengan membawa satu koper dan satu tas ransel. Cukup simple menurutku. Alhamdulillah kali ini kami tidak ketinggalan kereta. Lidia yang masih sedikit shock sudah duduk tenang di dalam kereta dan akupun menghabiskan sarapanku pada pukul 14.15 sekarang, kereta bima dari Malang menuju Jakarta pun melaju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar