Maka saya berharap kalian tidak bernasib sama dengan saya,
lebih tepatnya semoga kalian bernasib lebih baik dibanding dengan saya dan tim
saya.
Kami adalah sekelompok mahasiswa dari Universitas Brawijaya
yang punya mimpi untuk bisa keluar negeri. Tim kami terdiri dari 4 mahasiswi
dari fakultas teknologi pertanian dan 1 dari fakultas kedokteran. Ya, kami satu
tim berisikan perempuan semua. Apakah enak? Tentu saja, dan hal ini saya
katakan tanpa ada rasa sarkasme. Sebenarnya, diantara kami berlima, sudah ada
satu anak yang pernah ke Thailand sebelumnya, lebih tepatnya satu bulan sebelum
keberangkatan kami. Disitu rasanya kami sudah merasa aman dong, dimana kami
bias mengandalkan dia untuk personal tour guide. Hehe, saying disayang,
ternyata dia ke Thailand tujuannya ikut liburan dan itu dengan bantuan travel
agency. Otomatis, dia taktahu menahu banyak mengenai Bangkok. Oke next.
Perjalanan kami dimulai dari pembelian tiket dari
Malang-Jakarta untuk tanggal 30 Januari 2019. Kenapa? Karena pada saat itu
tiket pesawat Jakarta-bangkok untuk tanggal 31
Januari 2019 sedang diskon dengan penerbangan air asia PP hanya sebesar
1.8jt saja. Luar biasa bukan? Bagi kalian yang ingin tiket pesawat promo nih
bsa kepoin promo tiket di tokopedia atau bisa ikutin agen travelling di
Instagram. Akhirnya, dengan menggunakan
prinsip “CARI YANG PALING MURAH” alhasil kita mendapatkan tiket kereta dengan
harga 260 ribu yaitu kereta jayabaya dan pulangnya 230 ribu yaitu kereta
terusan. Kereta terusan adalah kereta dimana kita diharuskan transit terlebih
dahulu di beberapa stasiun. Pada kasus ini, kami akan berhenti di stasiun tegal dan akan lanjut ke Kota Malang.
pokoknya, dapet yang paling murah.
Permasalahan hotel kita juga mencari yang paling murah,
dimana akhirnya kita mendapatkan hostel di daerah Sukhumvit, bangchak, Bangkok.
Tebak berapa harga per orang yang kami dapatkan untuk penginapan 8 hari 7
malam? 540 ribu per orang!! Gila bukan?? Pokoknyaaa “CARI YANG PALING MURAH”
tiket kereta sudah dipesan, hotel siap kita datangi.. menjelang hari H pun
tiba..
48 jam sebelum keberangkatan.
Pada hari ini Senin, 28 Januari 2019 kami masih sibuk
mengurusi perkuliahan, wawancara open recruitment untuk elvia dan lidia karena
mereka Badan Pengurus Harian di salah satu Lembaga Kemahasiswaan di fakultas
kami. Malamnya kita satu tim berkumpul untuk mengumpulkan informasi seputar apa
yang telah kita lakukan dan akan kita lakukan. Akan tetapi, salah satu anggota
kami yaitu avi sedang demam dan lidia sedang terkena radang dan sakit mata.
Dooping berupa obat imboost pun dikerahkan untuk kita semua. “Jaga Kesehatan ya
rek” kata Nabila, satu satunya anggota kami yang berasal dari Fakultas
Kedokteran. InsyaAllah tahun depan sudah S.ked ya!
24 jam sebelum keberangkatan
Pada hari ini, Selasa 29 Januari 2019 kami baru saja
menyiapkan bahan dan akan membuat prototype berupa mie. Mie yang akan kami bawa
ke Bangkok merupakan mie dengan bahan dasar tepung sorghum yang ditambahi
dengan glukomanan. Hal ini dikarenakan untuk membentuk tekstur mie yang lebih
kenyal dan tidak mudah patah. Kami mengerjakannya pun baru pada malam hari
sebelum keberangkatan tiba. Pada saat ini, lidia sudah bedrest dan hanya obat
dan doa kami haturkan kepada saudari kita satu ini. Ohya! Pada saat ini saya
juga terkena panas dan mual, sehingga kasurpun memanggil dengan diiringi laptop
untuk mengerjakan full paper revisi guna keperluan mahasiswa berprestasi
(wageslaahh, doakan ya!) pada hari inipun elin belum sempat packing. Oke!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar