sebagai pengawal tahun baru yang baik, tahun ini akan terasa banyak berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. saya terbiasa menantang diri saya di awal tahun sejak 2 tahun yang lalu. menantang disini bukan dalam artian melakukan aktivitas hingga menjual nyawa, tidak. hanya saja melakukan segala kegiatan yang dapat memberimu pengalaman baru, segala aktvitas yang mmembuatmu keluar dari zona nyaman. hal kecil tapi konsisten. karena saya memang sedang krisis konsistensi dari tahun ke tahun. seperti diawal tahun 2016, saya menantang diri saya untuk mengerjakan soal setiap harinya minimal 10 soal dengan mata pelajaran apapun. karena waktu itu saya memang mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi. pada awal tahun 2017, tingkat percaya diri saya terhadap tulisan saya menurun drastis, hingga saya memutuskan untuk mengikuti challange #30haribercerita di instagram, dimana saya harus memposting minimal satu foto beserta caption setiap harinya. tidak ada hadiah, tidak ada apresiasi pihak kedua, hanya saja.. ingin melihat seberapa konsisten saya terhadap postingan saya. oke, ini sudah terlalu paaaannnjjjaaaannnggg untuk sebuah intro.
diawal tahun 2018 ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata) Mahasiswa Berprestasi dari fakultas saya. terdengar hebat, bukan? "mahasiswa berprestasi" hah, itu hanyalah nama, toh pelaksanaannya hanya 2 minggu, daan memang menjadi sebuah tanggung jawab yang berat di masyarakat ketika kita membaca "mahasiswa berprestasi"
kegiatan KKN ini dilaksanakan di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. tidak jauh dari Universitas Brawijaya, hanya sekitar 2 jam tempuh perjalanan. Desa ini bukanlah desa yang jauh, terpelosok, tidak ada lampu, tidak.. perkembangan masyarakat mereka sudah tergolong maju. semua rumah sudah memiliki lantai yang berkeramik, ada beberapa diantaranya memiliki mobil, dekat dengan sarana umum seperti pasar, bank, dan ada toko retail yang namanya mengandung nama negara kita. hehe.
yang kami ketahui mengenai desa ini hingga tanggal ini (6 Januari 2019) adalah mata pencaharian mereka adalah sebagai penderas nira serta pembuat gula merah. dimana biasanya, sang suami memancat pohon kelapa dengan tinggi kurang lebih 30 meter dan sang istri dengan setia menunggu dibawah untuk mendapatkan perolehan nira yang akan diolah menjadi gula kelapa. permasalahan utama yang akan kami angkat dalam KKN ini berupa pengawet untuk gula kelapa. ohiya, gula kelapa dan gula merah itu sama saja ya, kawan. program besar kami adalah untuk memperkenalkan dan mengajarkan cara penggunaan pengawet alami. hal ini dirasa penting karena pengawet buatan untuk gula kelapa bernama natrium meta bisulfit merupakan pengawet yang sangat berbahaya bagi tubuh terutama bagi pernafasan dan pencernaan. hanya sajaaa ternyata permasalahan itu tidak hanya sampai disitu saja, ternyata kami menghadapi rantai pemasok yang cukup rumit untuk pengawet berbahaya ini.
sudah dulu, karena saya mengetik ini sedang berada di kereta Malang-Jakarta. see you next
Tidak ada komentar:
Posting Komentar