Minggu, 09 September 2018

#part1NYC Allah kasih kami kesasar berbuah luar biasa

my first snow flakes. 3 hours to NYC

Allah kasih kita nyasar ke One World Trade Center 


"Jangan takut bermimpi, kalau perlu mimpiin aja sesuatu hal yang nggak mungkin. Pasti Allah kasih, setidaknyaa, mendekati ketidak mungkinan"

Aku lahir di keluarga yang tidak terlalu menuntut akan suatu pencapaian. Tetapi, selalu tidak puas apabila mendapatkan tempat kedua, atau ketiga, dan akan terlalu bersyukur hingga sedikit pamer jika mendapat pencapaian di tempat pertama. Rumit, bukan? Namaku Elin, ini ceritaku tentang Amerika, negara kedua yang pernah aku kunjungi selain Indonesia.

Malang, July 30th 2014
Hari ini kesekian kalinya aku pergi ke Matos sendirian. Ah, satpam-satpam itu memang mudah dikelabui. Pakaikan saja aku jaket dengan seragam madrasah berbatik hijau ini, masker terpasang, dan aku sudah sampai di matos. Matos adalah tempat singgah, ketemuan gebetan secara diam-diam, maupun hanya melepas penat karena remidi yang tak kunjung kelar. Aku punya kebiasaan aneh jika sudah masuk fase remidi yang bernilai remidi lagi, berjalan kaki dengan fikiran yang yahh bisa dibilang kosong. untung saja sampai saat ini belum ada yang menepuk pundak dan meminta sejumlah uang. Aku mulai berjalan menyusuri beberapa rak buku di gramedia dan menemukan beberapa deretan buku berlebel best seller. Mataku langsung tertuju pada novel dengan kata Amerika.
"ah, Amerika? pasti seru"
sekilas mengambil dan menaruh kembali ke rak. Setelah berjalan menuju rak buku lain, membeli ai ci ro, mcflurry topping oreo, aku kembali ke asrama. Benar adanya, aku kaget setelah melihat isi tasku yang ternyata aku membeli buku dengan kata "Amerika"
"lah?"
aku baru sadar, ah kebiasaan.
mana boleh buat, sudah terlanjur beli, sayang kalau nggak dibaca. Malam ini juga aku menghabiskan sekitar 350an halaman. Long short story, aku sangat kagum dengan pembawaan kata mbak Hanum dalam mendeskripsikan bagaimana itu Amerika, bagaimana kejadian 11 November dan efeknya terhadap kaum muslim di Amerika. Aku membuka halaman lampiran dimana terdapat foto-foto daerah New York, Museum peringatan 11 November, Sudut kota New York, dan beberapa scene yang diceritakan dalam novel.
"ohh, masyaAllah, gini ya Amerika?" kataku sambil melihat foto hitam-putih.
aku membuka halaman paling belakang, tanpa banyak pikir aku mengambil pulpen berwarna biru dan dengan membaca basmallah aku menulis..
"ya Allah, Elin pingin ke Amerika.. Elin pingin tau gimana sih orang muslim disana, izinkan Elin buat pergi kesana yaa.. lihat gedung peringatan 11 November World Trade Center pasti seru.. aamiinn"
kemudian aku simpan buku itu ditengah-tengah buku mata pelajaran lainnya.

New York, March 13th 2018.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, samudera, langit dan air







Alhamdulillah, Qodarullah, Elin bisa kesampaian juga ke daerah "mantan" World Trade Center. FYI ini ada 101 lantai, dimana kalian hanya bisa berada di lantai entrance terus langsung deh ke lantai 100, dan kalian hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit untuk ke lantai 100. Gila ga sih? ohiya, ini sebenernya bukan WTC asli, hanya saja bangunan ini adalah museum peringatan 11 November dan diberi nama One World Observatory Center. 
Cerita lucu kenapa aku bisa sampai ke tempat ini adalah.. aku nyasar rek. serius, nyasar.
Tetiba aja kita yang awalnya mau ke Brooklyn Bridge jadinya kesini, Allah memang superrrr.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar