"wah, selamat ya sudah bisa masuk ke jurusan teknologi hasil pertanian. btw, prospek kerjanya nanti gimana?"
itu adalah pertanyaan paling banyak yang aku dapatkan setelah sah menjadi mahasiswa baru di fakultas teknologi pertanian brawijaya pada tahun 2016 silam. jawaban apa yang aku ungkapkan?
"alhamdulillah, banyak kok. bisa masuk ke BPOM, jadi dosen, masuk ke industri, atau penelitian gitu deh"
selalu aku jawab begitu. selalu.
tapi apa kata hati sebenarnya?
"GATAU WOI, AKU SALAH JURUSAN"
hahaha. iya, benar. aku yang sudah menginjak tahun ke 3 ini sebenarnya adalah produk salah jurusan ketika SBMPTN, lah kok bisa? kan SBM? yaa namanya juga pas itu ngebet banget masuk yang namanya FAKULTAS KEDOKTERAN UB. HARUS DI UB (atas request orang tua) dan alhasil, pilihan kedua jatuh ke prodiku sekarang, dan pilihan ketiga gatau dah. sudah lupa. pokok cap cip cup passing grade. ehee (jangan ditiru).
nah, bagaimana perjalanan perkuliahanku selama ini? bisa dibilang kurang seimbang. antara akademik, prestasi, dan organisasi. bayangkan saja, selama di prodi ITP ini, mata kuliahnya didominasi dengan kimia, dimana kimia adalah mata pelajaran anti-tidak-remed pertama. kedua? matematika.HAHAHA. matilah aku, dimana aku kaget banget waktu memasuki semester 3 hingga 5. whoaaa IP-ku semakin lama semakin turun, turun, hingga dibawah 3. iya, dibawah 3. :') (tenang rek, IPK-ku masih diatas 3, -___-)
"halah lin, gapapa, orang kamu juga sering menang lomba, jadi mawapres malah"
itu adalah komentar tersering teman-teman sekitar yang pikirannya selalu mengambil sisi positif suatu kejadian. hehe but thank you, i woof y'all!
nah, GIMANA sih aku masih bisa bertahan hingga tahun ketiga ini? dan memutuskan tidak mengambil SBMPTN di tahun kedua maupun ketiga? karena sebenarnya AKU MENCARI-CARI ALASAN UNTUK TETAP BERTAHAN. hal ini berbeda dengan memiliki alasan/tujuan ya teman-teman.. diposisiku, aku masih MENCARI-CARI dan menganggap hal itu benar. so, i pretend that those kind of dreams are real. but i actually still dont know and doubt about it. hiks.
Nah, gimana ceritanya aku mencari-cari alasan untuk bertahan, dan apa efeknya?
so, let me tell you a story. pertama jadi maba, aku ngeliat bahwasanya FTP ini kating-katingnya jebolan PIMNAS semua, lomba karya ilmiah, penelitian. Wah, bisa nih dijadikan alasan. batinku. mulai dari situ, aku mencoba untuk menyelami lebih dalam mengenai kompetisi PKM, struggling disana, daan alhamdulillah membuahkan hasil. seneng dong jadinya~ ehehe. jadiii hal yang kalian bisa lakukan adalah
1. mencari-cari alasan untuk berbuat baik berdasarkan lingkungan kalian.
coba lakukan apa yang biasanya lingkungan kalian lakukan dan hal itu dapat memberikan rasa "puas" ketika kalian sudah bisa melakukannya. misal, di fakultas kalian banyak debate atau MUN, coba ikuti, atau banyak yang bikin bisnis, coba ikuti.. sampai kamu ada di satu titik "wah, akhirnya aku bisa sama seperti lainnya" nahh kalau misalnya gapernah menang gimana? opsi A. evaluasi, coba lagi. opsi B. cari kegiatan lain yang masih banyak di lingkungan kalian.
hal ini akan sangat membantu kalian untuk tetap bertahan karena kalian sudah dapat membuktikan eksistensi kalian di lingkungan kalian. sebagai sifat dasar manusia yang menginginkan pengakuan, akan lebih banyak orang di lingkungan kalian yang memiliki kegiatan yg sama dengan kalian dan tahu bahwa kalian ada.
2. tetapkan road-map kalian walaupun bukan murni keinginan kalian.
Nah, ini adalah salah satu cara yang menurutku sedikit riskan. jadi, kalian harus bisa menargetkan apa yang harus kalian lakukan selama 1,2,3 tahun kedepan saat berkuliah. mungkin kalian berfikir, "apa yang harus aku capai ketika aku gatau di jurusan ini ngapain aja?" nahh maka dari itu disini kalian harus tau idealisme dari jurusan kalian. misal, kalau elin berasal dari agrokompleks yang mana identik dengan penelitian, maka hal itu yang akan elin jadikan roadmap. walaupun pada awalnya elin ragu dan takut. tapi alhamdulillah kesampaian juga. ohiya, kenapa hal ini riskan? karena kalian harus MEMBENTUK POLA PIKIR bahwa ini benar-benar yang kamu inginkan, dan kamu BISA melakukannya. memupuk rasa IKHLAS itu HARUS! ingat! hal ini agar kamu bisa mencari titik nyaman di jurusan kamu yang salah jurusan. hehe. walaupun pada akhirnya di tahun ketiga ini penelitian bukan passion utama elin (baru menyadari setelah 2 tahun berkutit)
nah temen-temen, sepertinya itu dari segi non-akademik semua ya? akademiknya gimana nih? nah, ini adalah salah satu kesalahan fatal elin yang baru elin sadari mau semester 7 dan udah gak ada mata kuliah wajib lagi wkwk. KESALAHAN elin adalah TIDAK MENETAPKAN IMPIAN YANG MEMERLUKAN IPK TINGGI. wkwk. iya.. dulu mikirnya yaudalah, selama aku bisa masuk lab, tetep ikut lomba, aman.. sampai lupa ternyata IPK itu sangat amat penting. alhasil? aku hampir gak pernah niat belajar ketika ujian. boro-boro belajar, mending searching event lomba. pada akhirnya aku menyesal sejadi-jadinya. sehingga, tips ketiga adalah
3. Tetapkan impian sesuai dengan mata kuliah yang kalian ambil
nah, gimana kalau semua mata kuliahnya gak ada yang kita suka? belajarnya gak bisa maksimal dong? iya, bener. tapi hal itu bisa kalian ubah dengan menetapkan cita-cita kalian setelah lulus. kalian harus yakin atas cita-cita kalian itu dengan membuat pros dan cons. kemudian kalian harus yakini bahwa cita-cita itu harus membutuhkan penguasaan keilmuan dari jurusan kalian.
kalau belum ada gambaran cita-cita, paling gampang adalah... berfikirlah kalian setelah lulus harus S2 di luar negeri. yakini itu bahwa kalian harus bisa dan hal itu membutuhkan IPK tinggi. niat kalian yang awalnya kalian buat-buat, pada tahapan ini pelan-pelan harus kalian jadikan niat murni dalam hati kalian. kenapa? karena niat yang kuat akan diiringi dengan kesungguhan hati dan teguhnya perjuangan. at the end, Tuhan akan lebih mudah membantu kalian karena ihtiar keras kalian.
jadi.. apa hal yang menyadarkan elin untuk erfikir akademik juga penting? well, karena aku berniatan untuk bekerja dengan orang-orang hebat yang mengetahui situasi mengenai pangan.. masak aku gatau apa-apa tentang hal itu? hehe,
yasudah itu ya teman-teman, semoga membantu untuk kalian yang masih merasa salah jurusan. ohiya, satu kunci juga untuk menerapkan ini
JANGAN MALES. JANGAN WACANA.
sekian, terima kasih. xoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar