Kamis, 07 Februari 2019

#part2NYC Salju pertama setelah badai

Dulu waktu aku masih kecil sering berpikiran bahwa salju itu seperti bunga es pada freezer. sering mengambil bunga es di dinding freezer, menyatukannya sehingga berbentuk seperti bola salju. ketika sudah lelah bermain bentuk, langsung kumasukkan saja bunga es itu kedalam mulut dan berhenti ketika mama sudah berteriak "MBAAKKK, HAYO MAINAN APAA"

sering juga sebelum aku mengenal sifat sifat benda, terutama sifat es, aku pernah berpesan kepada saudara sepupu nan jauh di jerman untuk membawakanku pulang sebongkah salju. ketika ditanya mau ditaruh dimana, dengan polosnya aku menjawab "ditaruh dibotol, biar awet" antara bodoh dan polos memang beda tipis. hehe

masuk ke Sekolah Dasar ketika sudah bisa membaca dan memhami arti gambar, aku selalu takjub melihat berbagai macam bentuk salju yang seperti kristal kecil. akupun sempat tidak percaya hingga mamaku mencekokiku dengan buku "keajaiban air" dari situ aku tau bahwa salju itu air dan bentuk mereka beragam. jika ingin minum air harus baca basmalah agar bentuk kristalnya indah, dan aku menyimpulkan bahwa jika ingin makan salju juga harus baca basmalah. oke.

Alhamdulillah, Allah memberikan petunjuk dan pembelajaran ketika umur sudah menginjak 19 tahun. ternyata, salju itu memang bentuknya kristal. hal ini aku ketahui dari butiran salju di jendela pesawat menuju New York kala itu. kurang lebih ini bentuknya


aku sudah berfikir bahwa nanti akan ada salju lainnya ketika hendak mendarat di NYC, alhamdulillaah, ternyata benar bahwa salju itu berwarna putih jika kalian melihatnya dari kejauhan. kurang lebih ini bentuknya

kesan pertama melihat salju dari atas pesawat? hmm semuanya putih, hingga aku tidak bisa membedakan satu rumah dengan rumah lainnya. jalanan juga tertutup salju sehingga susah untuk mendeskripsikan itu jalan atau lapangan? salju lainnya yang aku temui adalah ketika naik semacam skytrain dari bandara menuju kota. 

sungguh indah, bukan? 

sebagai anak asia yang baru pertama kali menghadapi musim salju, aku takut terkenal thermal shock sehingga nanti jangan jangan bisa sampai mimisan. aku masih takut akan adanya badai salju yang beritanya akan terjadi ketika aku sampai di NYC. qodarullah, alhamdulillah ternyata kami sampai di NYC H+1 setelah badai salju terbesar di musim ini. fyuh~ dan badai tersebut berefek pada jalanan yang tertutupi oleh salju semuuuuuannyyyaaaaa....


kesan terhadap salju? dia dingin, tapi indah untuk dinikmati. kayak kamu, eheeewwww.

semoga kita semua bisa diberi kesempatan oleh Allah untuk melihat salju dan menyadari bahwa Allah itu memang Maha. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar