Senin, 15 Oktober 2018

Mimpi dari Buku Mimpi (part1)

Malang, 20 Juni 2015

Pikiranku seakan kacau. Migrain yang aku miliki tak ada ampun untuk mencicipi sudut kanan kepala. Meminta untuk mencengkram lebih kuat, lebih dalam. Sensasi ini sudah sering aku rasakan. Terlebih setelah menghadapi soal matematika. Migrain seakan memiliki panggung dan jadwal rutin di kepalaku. Dia datang bukan karena matematika adalah pelajaran yang paling aku tidak kuasai. tidak. aku paling takut akan kimia. Tapi ketakutanku tidak sampai mencengkram satu sisi kepalaku. Santai aku dibuatnya. tidak bisa? tidak suka? ya tinggalkan saja.

Aku merogoh roll aromaterapi di saku depan tas dan langsung mengusapkannya di dalah satu sisi kepala. aroma citrus yang dibuatnya seakan menenangkan kondisi psikis yang telah tebas habis melawan soal matematika. Algoritma? Integral? ah pelajaran cacing cacing itu. sudah, jangan dibahas. semakin mencengkram rasanya. tak kusadari roll aromaterapi sudah menggerayangi seluruh sisi kepala, leher, hingga ujung atas hidung. Salah satu kelebihan hidung pesek adalah memudahkan menggerakkan roll aromaterapi, loh. Hingga tak aku sadari seluruh wajah dan leher terasa panas tapi dingin. wow, sungguh menyakitkan tapi menyenangkan.

Setelah beberapa puluh menit badanku tergeletak di kasur asrama- dengan memakai seragam yang akhirnya kusut- aku merasa migrain sudah kehilangan cengkramannya di sisi kanan kepala. eh? apa kiri? entahlah, yang penting aku sudah sehat kembali. Aku melihat sudah pukul 15.00 dengan kondisi kamar sangat sepi. "sholat jamaah ashar nih" batinku. Karena hari ini aku mendapatkan "tamu"ku, dan ketika semua sedang di masjid, bisa menjadikan waktu yang tepat untuk kabur. IYA. KABUR.

kusegerakan merapikan jilbab di depan cermin dan langsung kuambil tas ranselku. semakin tua aku merasa ganti tas bukan lagi prioritas utama. tidak seperti waktu SD yang harus setiap tahun ganti. entah ganti warna. atau gambar. tas ranselku yang sekarang berukuran besar dan warnanya hitam kelam. hanya sedikit aksen merah darah di resletingnya. setidaknya masih wajar dipakai untuk perempuan.

aku memulai misi operasi kaburku. cukup gampang untuk kabur jika keberuntungan ada di pihakmu. kau hanya perlu melewati dua gerbang dengan satu petugas asrama dan satu petugas satpam disetiap gerbangnya. aku mulai berjalan santai melihat kondisi gerbang. tidak ada tanda-tanda satpam maupun petugas asrama. aman. satu gerbang terdalam telah terbuka namun gerbang terluar masih tertutup tanpa penjaga. aku mulai mendekat ke gerbang luar dan melihat sekekeliling yang begitu sepi. di samping gerbang terluar ini ada pos satpam yang sama sepinya. hanya tv yang menyala tanpa volume. aku memberanikan diri untuk membuka ganggang gerbang terluar. dengan perlahan dan pasti aku membuka dengan diiringi suara nyaring besi yang bergesekan. seperti sudah dibiarkan tidak diberi pelumas, demi memudahkan mengintai siapa saja yang berani masuk dan keluar. krek! oke! aku hanya perlu keluar dari lubang kecil gerbang dan menutup kembali gerbang. sebelum berbalik badan, aku melihat para ustadzah keluar dari masjid dan menuju gerbang. oke! kunci kabur adalah tetap tenang, dan menghilangkan rasa berdosa. walaupun itu dosa. aku membalikkan badan dengan santai dan langsung berbelok ke arah jalan raya. satu langkah, sepuluh langkah, aku berbalik. tidak ada yang mengikuti. misi berhasil !

tempat kabur favoritku adalah sebuah mall yang terletak dua blok dari sekolah berasrama. Mall tersebut cukup besar, namun tidak dengan barang bermerk seperti yang orang tuaku pilih. hanya supermarket dan beberapa kios yang tersebar 3 lantai. tidak ada bioskop, namun ada tempat bermain yang bisa menghabiskan uangmu dalam sekejap. tapi bukan itu tujuanku saat ini. aku mengincar toko buku!

pada saat sulit seperti ini, buku bacaan seperti novel akan menenangkanku sejenak dari ratusan soal yang menghadang untuk kenaikan kelas dan ujian asrama. berbicara tentang buku yang bisa dibaca, genre buku yang aku beli tidak jelas. kadang aku membeli karena warna dari cover, judul yang unik seperti "kambing jantan" ya siapa juga yang perlu tau itu kambing jantan atau betina? tapi kau akan penasaran, bukan? atau karena harganya yang murah dan berakhir dengan isi buku yang penuh dengan konten adegan dewasa yang eksotis.

hmmm banyak hmmm terjadi. jariku menari dan manari, melompat antar satu buku ke buku lainnya, bermanauver ria antar rak buku dan mendarat diantara buku diskon, tidak ingin terjebak dengan buku dewasa, akhirnya melompat kembali di deretan novel remaja. sekarang gerakan jariku kian melambat, menapak satu persatu buku, mencapitnya perlahan, dan mengembalikannya. hingga pada akhirnya, menemukan satu buku dengan cover berwarna hitam gelap, dengan bulan ditengahnya. Ada kata "Amerika" sebuah Negara adidaya yang mendengarkannya saja sudah langsung kagum. oke! dan akhirnya tarian jariku berakhir di dompet dengan lembaran uang disela-sela jemari. cekring!

apa aku membacanya malam ini?
kita lihat saja nanti.

Minggu, 09 September 2018

#part1NYC Allah kasih kami kesasar berbuah luar biasa

my first snow flakes. 3 hours to NYC

Allah kasih kita nyasar ke One World Trade Center 


"Jangan takut bermimpi, kalau perlu mimpiin aja sesuatu hal yang nggak mungkin. Pasti Allah kasih, setidaknyaa, mendekati ketidak mungkinan"

Aku lahir di keluarga yang tidak terlalu menuntut akan suatu pencapaian. Tetapi, selalu tidak puas apabila mendapatkan tempat kedua, atau ketiga, dan akan terlalu bersyukur hingga sedikit pamer jika mendapat pencapaian di tempat pertama. Rumit, bukan? Namaku Elin, ini ceritaku tentang Amerika, negara kedua yang pernah aku kunjungi selain Indonesia.

Malang, July 30th 2014
Hari ini kesekian kalinya aku pergi ke Matos sendirian. Ah, satpam-satpam itu memang mudah dikelabui. Pakaikan saja aku jaket dengan seragam madrasah berbatik hijau ini, masker terpasang, dan aku sudah sampai di matos. Matos adalah tempat singgah, ketemuan gebetan secara diam-diam, maupun hanya melepas penat karena remidi yang tak kunjung kelar. Aku punya kebiasaan aneh jika sudah masuk fase remidi yang bernilai remidi lagi, berjalan kaki dengan fikiran yang yahh bisa dibilang kosong. untung saja sampai saat ini belum ada yang menepuk pundak dan meminta sejumlah uang. Aku mulai berjalan menyusuri beberapa rak buku di gramedia dan menemukan beberapa deretan buku berlebel best seller. Mataku langsung tertuju pada novel dengan kata Amerika.
"ah, Amerika? pasti seru"
sekilas mengambil dan menaruh kembali ke rak. Setelah berjalan menuju rak buku lain, membeli ai ci ro, mcflurry topping oreo, aku kembali ke asrama. Benar adanya, aku kaget setelah melihat isi tasku yang ternyata aku membeli buku dengan kata "Amerika"
"lah?"
aku baru sadar, ah kebiasaan.
mana boleh buat, sudah terlanjur beli, sayang kalau nggak dibaca. Malam ini juga aku menghabiskan sekitar 350an halaman. Long short story, aku sangat kagum dengan pembawaan kata mbak Hanum dalam mendeskripsikan bagaimana itu Amerika, bagaimana kejadian 11 November dan efeknya terhadap kaum muslim di Amerika. Aku membuka halaman lampiran dimana terdapat foto-foto daerah New York, Museum peringatan 11 November, Sudut kota New York, dan beberapa scene yang diceritakan dalam novel.
"ohh, masyaAllah, gini ya Amerika?" kataku sambil melihat foto hitam-putih.
aku membuka halaman paling belakang, tanpa banyak pikir aku mengambil pulpen berwarna biru dan dengan membaca basmallah aku menulis..
"ya Allah, Elin pingin ke Amerika.. Elin pingin tau gimana sih orang muslim disana, izinkan Elin buat pergi kesana yaa.. lihat gedung peringatan 11 November World Trade Center pasti seru.. aamiinn"
kemudian aku simpan buku itu ditengah-tengah buku mata pelajaran lainnya.

New York, March 13th 2018.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, samudera, langit dan air







Alhamdulillah, Qodarullah, Elin bisa kesampaian juga ke daerah "mantan" World Trade Center. FYI ini ada 101 lantai, dimana kalian hanya bisa berada di lantai entrance terus langsung deh ke lantai 100, dan kalian hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit untuk ke lantai 100. Gila ga sih? ohiya, ini sebenernya bukan WTC asli, hanya saja bangunan ini adalah museum peringatan 11 November dan diberi nama One World Observatory Center. 
Cerita lucu kenapa aku bisa sampai ke tempat ini adalah.. aku nyasar rek. serius, nyasar.
Tetiba aja kita yang awalnya mau ke Brooklyn Bridge jadinya kesini, Allah memang superrrr.

Selasa, 28 Juni 2016

Ada Apa dengan Madrasah?

Assalamu'alaikum, hi there..

Kali ini saya akan membahas tentang problematika masyarakat disekitar saya mengenai pendidikan saya selama tiga tahun di MAN 3 Malang..

Well, mungkin banyak diantara kita masih berpikir dua kali untuk menyekolahkan anak kita di madrasah atau semacamnya, karena di lingkungan saya -jujur saja- masih menganggap madrasah itu adalah "the last choice" atau tempat "pembuangan" para murid yang sudah terlampau membuat para guru naik pitam.
sehingga, banyak diantara mereka -para oknum yang kons- bertanya kepada saya "ngapain sih Lin jauh jauh sekolah di Malang?"

atau bertanya pada Mama saya

"Madrasah Aliyah? Ngapain mbak disekolahin di madrasah? Malang lagi? Elin loh *ilang sinyal* mbak.. nggak eman ta? Di *ilang sinyal* juga bagus lalalalalala"

Daannn masih banyak pertanyaan dan pernyataan yang memojokkan saya sebagai siswi Madrasah.

Dan saya bingung harus menimpali apa. -karena warga daerah saya bisa dibilang menutup diri dari dunia luar-

Well, as soon as so far, berbagai pernyataan itu saya terima apa adanya menurut versi oknum2 kons.

Dear pembaca yang baik hatinya, saya bukan bermaksud ria atau sombong dengan status alumni saya yang dari madrasah, namun saya merasa BANGGA atas almamater saya. Saya bersekolah di madrasah selama tiga tahun telah mendapatkan energi yang luar biasa adanya dari berbagai macam pelajaran yang telah saya dapatkan. saya merasakan secara langsung bagaimana perbedaan di sekolah biasa dengan madrasah, dari cara pengajar yang berbasis islami, penanaman kebiasaan sholat berjamaah, tadarus dan berbagai macam aspek yang selalu di sangkut pautkan dengan islam -termasuk pelajaran matematika-

Jangan salahkan madrasah jika ada salah satu oknum yang mencorengnya, karena pada dasarnya sistem pendidikan madrasah itu jauh lebih baik untuk mendidik karakter para siswanya, jadi saya mohon.. bukalah hati kalian para kons untuk tidak melihat dari satu sisi saja. Berusahalah membuka kotak hitam kalian dan lihatlah, bahwa disini juga ada Madrasah berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun akhlakhul karimah..

Ga percaya? Cek prestasi kami www.man3malang.com

Salam damai

Alumni MAN 3 Malang 2016 

Senin, 13 Juni 2016

ba'da shubuh hingga syuruq

Masjid Al Falah MAN 3 Malang
tepat dua tahun yang lalu dari shubuh hingga syuruq hambaMu ini menundukkan hati sejenak

KepadaMu, wahai pencipta semesta alam,

Alunan ayat suci sebagai petunjuk hidup kami dialunkan begitu gemuruhnya

berdengung syahdu hingga mentari mengintip dari peraduannya

Semakin sang mentari mulai menghangatkan bumi Allah, dengungan itupun semakin samar,

Samar, kemudian hanya ada dua suara dari hambaMu yang haus akan pahala ramadhan.

Terus seperti itu, dari shubuh hingga syuruq

Hingga pada syuruq tertentu, ketika hambaMu ingin beranjak dari rumah suciMu,

Tatapan pertama dengan suara pembaca Al Qur'an terakhir

Waktu syuruq itu

Diseberang satir masih sangat kental ingatanku akan begitu takutnya hamba kala itu

hanya karena tatapan pertama

kubiarkan tali yang engkau berikan teranyam begitu indah, begitu rapat, begitu kuat, namun tak terlihat

Ya Allah, kini hamba telah sadar akan pedihnya sebuah pengharapan

Berharap tali yang engkau berikan menjadi suatu anyaman yang kekal,

Melampaui waktu dengan sejuta manfaat

Sayang, anyaman ini tampaknya terlampau rumit
hilang akal aku tuk' melanjutkan anyaman ini

Belum sampai ilmuku

Belum sampai caraku

Dan hamba belum bisa memperbaiki diri

Atau takdir berkata berhentilah tuk menganyam..

Ya Allah, di tempat ini lagi,
biarlah hamba menyerahkan anyaman yang telah hamba anyam.

Dengan ikhlas hamba kembalikan kepadaMu,

jika sudah waktu yang telah kau tentukan

Hamba siap menerima tali lain yang akan hamba anyam

Atau memperbaiki anyaman lama yang telah lama usang.

Terima kasih atas dua tahunnya.

Maaf, satu benang anyam masih berada dalam genggam.




Minggu, 12 Juni 2016

Anak Kos

Assalamu'alaikum, hi there.. sepertinya isi dari blog saya kali ini sedikit agak baper, alias bawa perasaan. Why? Karena Elin sudah tidak lagi menyandang predikat anak mama ataupun anak mahad. mungkin dari sebagian dari kita berpikir, "ah, anak mahad sama anak kos kan sama2 jauh dari orang tua" tunggu dulu kawan, tidak semudah itu kalian menyimpulkan persamaan tersebut. Ketika kalian masuk di dunia kos, kalian akan merasakan dunia tanpa sekat, tanpa tirai dan kalian melihat dengan mata kepala kalian sendiri. Kalian akan memasuki fase dimana kemandirian kalian benar benar dipacu, karena apa? sebagian besar yang kalian lakukan haruslah dengan diri kalian sendiri.

Oke, memasuki hari ke tujuh bulan ramadhan ini rasanya begitu saja terjadi, masih teringat aku semalam berbincang dengan kedua orang tuaku yang menanyakan apakah esok jika aku kembali ke mahad ada kawankah? Makannya masih dijatahkah? Dan beribu pengkhawatiran seorang ibunda terhadap putrinya. Namun, dimanakah saya sekarang? Bukan lagi di zona aman bernama Mahad Al Qalam, melainkan di dunia tanpa batas bernama KOS KOSAN. *deng deng..*

jadi, hari ini saya berniat untuk kembali ke Mahad mencari penghidupan dan tempat tinggal yang layak untuk beberapa hari kedepan sampai pengumuman sbmptn keluar, sembari saya melanjutkan les saya yang banting setir menjadi soshum(ips) untuk tes mandiri di salah satu universitas di Kota Malang. Ya, benaarr.. saya banting setir dari FK menjadi FH. Hehehe.. lucu memang, sedikit tidak percaya. Namun doakan saja yang terbaik.

Lanjut..

Sayangnya, Mahad menerima kedatangan saya hanya sampai pertengahan tanggal 20 (paham?) Karena setelah itu Mahad akan mengadakan renovasi untuk lantai yg saya tempati guna menyambut tahun ajaran baru. Orang tua saya berpikir, supaya tidak dua kali kerja, akhirnya saya dicarikanlah kos kosan yang terdapat di daerah jl.batujajar okelah, untuk dua minggu kedepan berada disini.

kesan? Alhamdulillah kos ini terletak dekat dengan masjid. Namun sayang, ibu kos saya non muslim, yang notabene papa saya kurang menyetujui. Okelahh.. namun inti dari tulisan ini bukan itu, tetapi tangisan saya yang telah saya tahannn setelah saya melaksanakan sholat ashar dan tadarus.

Lucu memang, tapi inilah arti kehilangan, kerinduan sesungguhnya.
saya merindukan lantunan ayat dari masjid depan rumah saya sambil mengiringi sang mentari turun dari singgasana raksasanya,

Saya merindukan aroma rempah hasil tangan mama ketika meracik bumbu opor

Saya merindukan kening yang bersama2 menyentuh lantai dengan bisikan khusyuk menyambut maghrib tiba.

Saya merindukan genggaman tangan seorang ibu menuntun anak gadisnya pergi ke masjid, usapan lembut ayah melihat anak gadisnya tumbuh dewasa ketika langkah kita menuju tempat suci bersama.

Ya,

Saya merindukan itu semua, dan bulir dari kelenjar lakrimalis saya pun bekerja.

Semangat..



Jumat, 10 Juni 2016

Hi, Kami S'Combro




9/10 Haflah Takhrij Mahad Al Qalam MAN3Malang

Assalamu'alaikum.. Nah, kali ini saya akan membahas tentang para pelajar perantauan yang mengikhlaskan hati dan pikirannya menempuh pendidikan dari SIDOARJO menuju Kota Malang. Here we go..

Pasti dari kalian berpikir "s'combro? Apa sih? Sejenis ikan ya? Apa inovasi es baru? Kelihatanya seger juga(?)" Hehehe.. tidaak.. s'combro bukanlah nama es apalagi jenis ikan. S'combro adalah singkatan dari Sidoarjo Community Brroooo.. 

"Kak, kok ada 'brrooo' nya?"

Yaa.. karena asal nyeplos aja waktu itu, hehehe.. jadi, S'combro adalah perkumpulan dari kami, siswa MAN3Malang, berasal dari kabupaten Sidoarjo. 

"Mulai kapan kak berdirinya?" 

Nggak ada yang tahu pasti tanggal bulannya, yang saya ingat adalah akhir tahun 2014, akhir saya kelas 10, saya bingung cari teman pulang ke kampung halaman, karena sebelumnya saya selalu dijemput oleh kedua orang tua. Akhirnya, saya muter-muter asrama tanya siapa yang dari sidoarjo daann besok mau pulang bareng naik kereta, alhamdulillah saya menemukan tiga bocah ini..

Dari kanan: Darista Nadya Karissa (Rista/Tongik), Rafifa Rafida (Fida)

Nur Jannah Ratna Ningrum (NuJe)

Itulah mereka, yang menjawab teriakan kesendirian saya pada waktu itu. hehehe, dan di kamar Fida Nuje pula nama S'Combro diikrarkan, yang awalnya mendapatkan penolakan tegas karena mirip jenis ikan dan beberapa pihak mecentuskan garpu,(atau sendok saya lupa) namun akhirnya mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak akhirnya s'combro memulai eksistensinya!

"Siapa aja sih kak anggota s'combro?"

Untuk generasi pertama mulanya ada 11, akan tetApi jadi 10 karena yang satu ini dia sudah lulus duluan, akselerasi karnanya.. oke saya sebut 10 saja dulu ya.. 
Hamid


Fadlan

digit

iqbal

Galuh

Moza

nuje

Fida


Rista
maaf yaa berantakan, maklum saya menulis ini dari ponsel. Hehehe.
semoga lain kali bisa saya benahi lagi hehe, syukron!

Rabu, 08 Juni 2016

3 Tahun untuk MAN 3 MALANG

Assalamu'alaikum, hi there.. kali ini saya ingin throw back apa yang telah saya lakukan selama tiga tahun yg lampau dan baru berakhir pada tanggal 26 Mei 2016 kemarin. (Yang membuat saya harus hiatus blog tiga tahun pula) 

Alhamdulillah tak henti2 nya karena saya dapat menjadi salah satu keluarga besar MAN3Malang, yang pada saat itu, tepatnya 29Mei2013 saya dengan 219 teman lainnya telah menyisihkan 1400 peserta lainnya. Alhamdulillah tangan Allah sangat mengukir indah alur kehidupan saya sehingga membawa begitu banyak perubahan sebelum dan setelah masuk dalam kehidupan M3M. 

Saya termasuk angkatan ke24, dan termasuk angkatan paling "minoritas" diantara angkatan sebelumnya karena jumlah kami yang tak sampai 300. pada awalnya, siswa angkatan 24 ini berjumlah 284 orang loh, namun jumlah itu berkurang drastis hingga 219 karena berbagai faktor, mayoritas pindah sekolah karena tidak mau di aliyah, nggak kuat ritme sekolahnya, nggak kuat mahadnya serta "nggak kuat" yang lainnya. NAMUN ada juga yang tidak meneruskan di M3M karena student exchange, pindah sekolah yg lebih baik ex:MAN IC , lebih milih pondok tahfidz dan hal positif lainnya.

Membahas tentang ke"tidak kuat"an teman teman saya (yg tlh mendahului saya keluar M3M) memang saya akui, SEKOLAH DI MAN3MALANG PUNYA TANTANGAN TERSENDIRI. Apalagi saya Ma'had(pondok,asrama-nnt kita bahas) yang jadwalnya terhitung padat. Mulai dari jam 3 pagi kita harus ngantri mandi dan berakhir pukul 10 malam setelah selesai belajar mandiri (but im really sure that u've spend more than 10 P.M) kalau untuk saya pribadi, tidur normal itu pukul 11 P.M dan kalau besok ulangan bisa sampai 01.30 A.M hehehe..

Kembali mengenai tantangan tersendiri, bagi kalian adek adek yang mau masuk M3M, bukan maksud kakak nakut2in, enggak ^^ semua bakal ada hikmah nya kok.. pasti.
jadi, awal saya masuk M3M saya kena diare berat, ya! Diare berat selama dua mingguan. pertengahan bulan Juli Kota Malang punya suhu dingin ekstrem yang jadi tanda selamat datang buat kalian wahai para perantau hehehe.. 
selain diare berat, perubahan jadwal tidur yang ekstrem membuat saya sering tertidur di kelas, yaa walaupun tidur malam sering di hiasi ngobrol manis antar teman kamar di mahad hihihi..

TUGAS 
tak ada hari tanpa tugas, papan schedule kalian di kelas pasti keisi, apapun itu, guru di M3M tidak rela kalau ada hari tanpa tugas.. maka.. siapkan fisik kalian. yang membedakan M3M dg sekolah SMP dulu adalaahh.. disini entah mengapa kita gapernah nelat tugas. Mungkin gegara daya saing tinggi kali ya? Tapi.. di pertengahan kelas 12 yang kita uda capek penat letih lesu dg segala ujian.. yaa bolehlah sekelas pura2 lupa kalau ada tugas *ampuuunn pak.. bu..* biasanya sih kalau yang gini buat tugas besar wkwkwk..

MOTTO:JUJUR PRESTASI PERCAYA DIRI
okeee.. selama 12 tahun saya sekolah, mulai dari saya kelas 5SD, baru di MAN3MALANG SAYA KEMBALI JUJUR. tak hanya ulangan, tugaspun kita hampir tak pernah copy paste jawaban teman. Jadi, adek2 belajar yang sungguhan yaa.. ^^ biar ilmunya manfaat..

SEHARI MAKS-3
di M3M ada 21'an mapel per kelas.. tergantung jurusan juga sih, nahh bisa bayangin kan kalian kalau sudah masuk jaman2 ulangan harian? Guru2 pasti bakal berebut hari untuk penentuan nilai kalian, naahh disini kelas harus kompak nentuin hari apa mapel apa yang kalian bakal ulangan, dari madrasah sendiri membuat batasan tiga mapel per hari, tapi yaa kalian jangan milih sehari MAT,FIS,BIO gitu jugaa.. it'll kill urself automatically! 

"EH, SOALMU KOK GAMPANG??!!"
itu kalimat normal dan sering dilontarkan kami selaku murid M3M kalau pulkam dan ketemu temen lama dan coba liat soal2 mereka yg mereka kerjakan. Ya! Guru2 disini saking sayangnya, bobot soal UH itu kalau kalian sudah bisa diatas KKM, pasti sujud syukur, apalagi MATEMATIKA. bravo!

Itu dulu ya seputar M3M, untuk kisah selanjutnya saya pingin posting yg baper baper gitu hehehe.. syukron!