![]() |
| Masjid Al Falah MAN 3 Malang |
KepadaMu, wahai pencipta semesta alam,
Alunan ayat suci sebagai petunjuk hidup kami dialunkan begitu gemuruhnya
berdengung syahdu hingga mentari mengintip dari peraduannya
Semakin sang mentari mulai menghangatkan bumi Allah, dengungan itupun semakin samar,
Samar, kemudian hanya ada dua suara dari hambaMu yang haus akan pahala ramadhan.
Terus seperti itu, dari shubuh hingga syuruq
Hingga pada syuruq tertentu, ketika hambaMu ingin beranjak dari rumah suciMu,
Tatapan pertama dengan suara pembaca Al Qur'an terakhir
Waktu syuruq itu
Diseberang satir masih sangat kental ingatanku akan begitu takutnya hamba kala itu
hanya karena tatapan pertama
kubiarkan tali yang engkau berikan teranyam begitu indah, begitu rapat, begitu kuat, namun tak terlihat
Ya Allah, kini hamba telah sadar akan pedihnya sebuah pengharapan
Berharap tali yang engkau berikan menjadi suatu anyaman yang kekal,
Melampaui waktu dengan sejuta manfaat
Sayang, anyaman ini tampaknya terlampau rumit
hilang akal aku tuk' melanjutkan anyaman ini
Belum sampai ilmuku
Belum sampai caraku
Dan hamba belum bisa memperbaiki diri
Atau takdir berkata berhentilah tuk menganyam..
Ya Allah, di tempat ini lagi,
biarlah hamba menyerahkan anyaman yang telah hamba anyam.
Dengan ikhlas hamba kembalikan kepadaMu,
jika sudah waktu yang telah kau tentukan
Hamba siap menerima tali lain yang akan hamba anyam
Atau memperbaiki anyaman lama yang telah lama usang.
Terima kasih atas dua tahunnya.
Maaf, satu benang anyam masih berada dalam genggam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar